10.20

Manajemen Logistik

MANAJEMEN LOGISTIK :

PENGARUH LOGISTIK DALAM PENINGKATAN

PELAYANAN TERHADAP PASIEN DI RUMAH SAKIT

( EDISI I)

OLEH: JON HENDRI NURDAN,SE,M.KES

Penulis tertarik menulis artikel ini beranjak dari pengalaman baik dilapangan maupun didalam memberikan mata kuliah “ Sistem Informasi Manajemen” dan “Manajemen Logistik Rumah Sakit”, ada beberapa hal anggapan yang masih keliru baik di organisasi swasta maupun pemerintah dimana memposisikan logistik dalam batas “alakadarnya” dan “seadanya” kita tidak sadar bahwa hal demikian merupakan sumber pemborosan dan in-efisiensi organisasi. Dan kita sering juga tidak menyadari bahwa sistem informasi logistik yang baik akan sangat besar pengaruhnya terhadap decition maker pihak manajemen. didalam merencanakan kebutuhan institusinya, khususnya kebutuhan yang bersipat rutinitas dan berupaya menekan kebutuhan yang bersipat isidentil/dadakan, padahal barang yang dibutuhkan sudah merupakan barang yang bersipat rutinitas.Sebenarnya kita semua punya keinginan bersama untuk mewujudkan sistem pengelolaan logistik yang sesuai dengan kebutuhan, efisien dan efektif serta sesuai dengan tujuan organisasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa (custumer internal maupun custumer eksternal).

Istilah logistik untuk Rumah sakit dapat dijabarkan sebagai kebutuhan-kebutuhan yang berbentuk obat-obatan/ BHP/ BMHP/ alat rumah tangga/ bahan makanan pasien, pemeliharaan sarana dan prasarana dan lain-lain.Pengelolaan logistik secara empiris dapat berbentuk kegiatan manajerial / administratif ( perencananan, pengorganisasian dan pengawasan ) serta kegiatan operasional ( pengadaan, inventarisasi, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan). Untuk dapat berjalan dengan baiknya sistem pengelolaan logistik khususnya di Rumah Sakit maka ada beberapa hal kesalahan-kesalahan yang perlu kita hindari antara lain: salah dalam perencanaan dan penentuan kebutuhan, salah dalam pengadaan barang, salah tempat, salah pakai, lalai dalam pencatatan, perawatan dan penyimpanan di gudang dan juga lalai dalam pengontrolan. Untuk dapat mengindari hal demikian paling tidak ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan antara lain Sumber daya manusia (SDM) pelaksana yang mempunyai keahlian, dan kreatifitas, ketelitian, ketertiban dan kedisiplinan, mengutamakan kualitas pelayanan, kesempurnaan watak ( jujur dan penuh tanggungjawab), efektifitas dan efisisensi serta mampu menyediakan logistik sesuai kebutuhan, ketersediaan informasi, logistik yang ready for use, mampu menjaga dan mempertahankan kondisi tekhnis, daya guna dan daya hasil, serta mampu melakukan pengakhiran fungsi logistik serta mengambil tindakan antisipatif, menyediakan pedoman kerja bagi setiap unit maupun personel serta yang tidak kalah pentingnya adalah budaya dan etika logsitik.

Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan publik diharapkan dapat menyediakan pelayanan yang bersipat profesional dan paripurna, dengan tetap mengedepankan pada tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini bila tidak dikelola dengan baik maka akan berakibat pada hambatan dalam proses pelayanan terhadap pasien, contoh satu kasus logistik misalnya kebutuhan obat-obatan di rumah sakit yang tidak ready stock , pada hal obat-obatan tersebut sangat dibutuhkan oleh pasien pada saat itu, maka konsekwensinya dapat mengakibtkan pasien mengalamai komplikasi penyakit atau mungkin berakibat fatal pada kematian atau contoh lain masalah yang tidak pernah kita perhatikan sebagai kebutuhan yang sangat berpengaruh terhadap pasien misalnya masalah kebutuhan alat tulis kantor (ATK) dimana setiap hari dokter atau tenaga paramedis dan petugas administrasi akan membuat laporan pola penyakit pasien atau dokter untuk menuliskan resep, dan bagian keuangan untuk rekap pembayaran dan lain sebagainya, jika hal ini tidak tersedia maka akan berpengaruh terhadap hambatan dalam kecepatan proses pelayanan dan penentuan diagnosa pasien. Untuk mengatsi hal-hal demikian maka dibutuhkan suatu sistem yang baik di RS dimana dimulai dari informasi dan penyusunan perencananan kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan organisasi. Barang-barang yang telah disediakan tentunya yang tidak kalah pentingnya di bagian gudang untuk penyimpanan maupun distribusi barang dan didukung oleh bagian keuangan untuk ketersediaan anggaran untuk belanja, peran pengawasan dan kontrol di lapangan oleh pihak manajemen sudah merupakan satu keharusan yang tidak dapat diabaikan(bersambung)

1 komentar:

Princes Meela mengatakan...

pak tulis artikel tentang manajemen logistik yang lebih banyak lagi donk..
artikel ini bermanfaat banget bagi kami yang mahasiswa ini pak..
trims......

Poskan Komentar