10.48

">

PELAYANAN PRIMA

(SERVICE EXELLENCE)

Oleh. Siti Nurhardini, S.Kep Ns, MPH

Pada saat ini kita hidup di empat zaman sekaligus- zaman Globalisasi Ekonomi, zaman Teknologi Informasi, zaman Strategic Quality Manajemen, zaman Revolusi Manajemen. Ke empat zaman tersebut sekarang sedang berlangsung bersamaan dan karakteristik setiap zaman tersebut belum mapan. Sehingga kita perlu mensikapinya dengan senantiasa melakukan trendwatching – mengamati tren perubahan agar kita tetap bisa eksis dan berperan dalam proses perubahan karena tuntutan zaman.

Rumah sakit merupakan salah satu bisnis di bidang kesehatan, dimana di era globalisasi ekonomi berdampak terhadap 3 C, customer, competition, change. Rumah sakit dipaksa memasuki suatu daerah yang didalamnya 3 C tersebut mengalami perubahan yang sangat berbeda dengan keadannya di masa lalu. Perubahan itu adalah:

1. Customer/pelanggan memegang kendali bisnis.

2. Kompetisi semakin tajam

3. Perubahan menjadi berubah lebih pesat, radikal dan serentak.

Hasil pelayanan kesehatan adalah luaran klinis, manfaat yang diperoleh pelanggan dan pengalaman pelanggan yang berupa kepuasan dan kekecewaan. Pengalaman pelanggan tersebut sangat tergantung pada proses pelayanan pada lini depan atau sistem mikro pelayanan, suatu sistem pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pelanggan. Maka perlu pelayanan PRIMA agar terpenuhi harapan, keinginan dan kepuasan pelanggan.

Citra pelayanan akan tumbuh dari

1. Penampilan fisik seseorang yang memberikan pelayanan dan sarana kerja tempat pelayanan

Misalnya: pada penampilan fisik perawatyang meliputi tata rambut, pakaian seragam, atribut, riasan wajah, kebersihan, kerapian, cara tersenyum, bertutur kata dan kepekaan terhadap bahasa tubuh akan memberikan citra yang prima.

2. Cara pemberian pelayanan didukung kompetensi yang dimiliki oleh pelaku pelayanan (Dokter, Perawat, Farmasi,Analis, Tim Medis lain, Administrasi, Cleaning Servis, Satpam) dan semua sistem di rumah sakit.

3. Kemitraan dengan pelanggan yang diwujudkan melalui:

- Pelayanan yang tulus, dan murah hati

- Pelayanan yang memiliki visi kedepan

- Pelayanan yang benar dan informasi pelayanan yang benar

- Pelayanan dan informasi yang dapat dipercaya

-Pelayanan diberikan secara adil, tidak membedakan status sosial,ekonomi

-Pelayanan harus dirasakan sebagai berkat yang bermanfaat.

4. Selalu berkeinginan memulihkan pelanggan yang kecewa

TOPIK PENYAKIT

dr. Hj. Siti Amanah Septiana, Sp.A

SMF Anak. RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu

BAGAIMANA PENGELOLAAN KEJANG DEMAM

Yuk, kita belajar lagi tentang kejang demam sederhana,

Kejang demam sederhana adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38 derajat Celcius yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial (otitis media akut, bronkhoppneumonia, gastroenteritis akut, perdarahan di dalam otak akibat trauma fisik, kekurangan elektrolit/mineral tertentu akibat diare/muntah hebat dan sebagainya. Setiap anak memiliki nilai ambang kejang yang berbeda.

DIAGNOSIS

Diagnosis didasarkan atas gejala dan tanda sebagai berikut:

  1. Umur anak waktu kejang pertama antara 6 bulan sampai 4 tahun.

2. Kejang terjadi dalam 16 jam pertama setelah mulai panas

3. Kejang bersifat umum

4. Kejang berlangsung tak lebih 15 menit

5. Frekuensi bangkitan kejang tak lebih dari 4 kali dalam setahun

6. Pemeriksaan EEG yang dibuat 10-14 hari setelah bebas panas tidak menunjukkan kelainan.

7. Tidak didapatkan kelainan neurologik.

TATALAKSANA

Penderita baru harus dirawat inap bilamana:

- Kejang pertama, perlu diobservasi 1 (satu) hari

- Kejang lebih dari 15 menit,

- Dalam sehari terjadi dua kali kejang atau lebih yang tidak beruntun

Sebelum masuk bangsal perlu diperhatikan hal-hal sebagi barikut:

- Atasi kejang

- Turunkan panas

- Okseigenasi

- Perbaiki homeostasis kalau perlu

Tatalaksana penderita RAWAT INAP

  1. Mengatasi kejang secepatnya

BILA KEJANG (SESUAI ADVIS DOKTER)

- Diazepam rectal -à BB < kg=" 5">

à BB > 10 kg= 10 mg

Atau Diazepam intra vena 0,3 –-- 0,5 mg/kgBB/kali

Tunggu 15 menit bila masih kejang: diazepam rectal atau i.v. (seperti di atas)

Tunggu 15 menit bila masih kejang à berikan cairan i.v. dst........

Bila masih kejang rawat ICU lanjutkan terapi sesuai order dokter

  1. Antikonvulsan terapi rumatan à Fenitoin 5 – 8 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis
  2. Oksigenasi, terutama waktu kejang
  3. Cairan adekuat, kalau perlu diberikan IVFD sampai Diazepam II
  4. Menurunkan panas dengan

-- Kompres hangat

-- Parasetamol: 10 mg/kgBB/kali

  1. Tatalaksana penyebab kejang (ekstrakranial) tergantung pada jenisnya

Pemantauan: - keadaan umum anak, awasi tanda utama kejang

--- intake cairan/makanan

--- EEG dikerjakan setelah bebas panas 10 – 14 hari

Tatalaksana RAWAT JALAN

Penderita baru dengan kejang boleh dirawat jalan, bilamana hanya ada riwayat kejang dan hanya terjadi 1 kali, tidak ada tanda rangsang meningeal dan kelainan neurologik lain, berikan terapi rumatan obat oral untuk di rumah.

INFORMASI UNTUK KELUARGA

Yang terpenting dalam penanganan pertama pada kejang adalah menyingkirkan benda-benda disekitar yang mungkin dapat melukai/mencederainya. Bila perlu pindahkan anak ke tempat yang lebih lunak seperti tempat tidur. Hindari ia menggigit lidahnya dengan memasukkan benda agak lentur disela-sela giginya. Bila ibunya memiliki obat anti kejang yang dimasukkan dalam dubur, berikan segera.

Jangan berikan minuman/makanan apapun melalui mulutnya saat kejang (karena akan menyebabkan ia tersedak dan makanan atau minumannya masuk ke dalam paru)!!!!!

Bila memungkinkan segera bawa ke rumah sakit.

APAKAH VISI & MISI RUMAH SAKIT KITA ???

1. MISI : RSMY Bengkulu adalah Menjadi pusat rujukan terbaik di Propinsi Bengkulu melalui pelayanan prima.

2. VISI :

1) Memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah dan terjangkau bagi semua masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial

2) Meningkatkan kualitas SDM sebagai tenaga profesional dalam memberikan pelayanan

3) Memenuhi kebutuhan sarana dan fasilitas pelayanan

4) Meningkatkan kesejahteraan karyawan sebagai motivasi kerja dalam memberikan pelayanan prima

5) Meningkatkan disiplin anggaran guna menunjang efisiensi.

3. NILAI:

a Kejujuran (Integritas), yaitu: dalam melakukan pekerjaan senantiasa mengutamakan sifat-sifat jujur, ikhlas, terbuka dalam berhubungan dengan orang luar, atasan dan bawahan serta antar sesama dan bersedia menerima kritik dan saran dari orang lain.

b Berpandangan Jauh (Visioner), yaitu: dalam melakukan tugas senantiasa bijak dalam berpikir, cerdas, profesional dan selalu mempertimbangkan akibat dimasa mendatang

c Disiplin dan Bertanggung jawab (Discipline and Responsible), yaitu: dalam melaksanakan pekerjaan selalu bersungguh-sungguh dan sanggup melaksanakan tugas dengan senantiasa mempunyai keteguhan hati untuk mencapai visi dan misi, tujuan dan sasaran, memiliki keyakinan dan keberanian untuk mengambil resiko serta bertangggung jawab.

d Pembelajar (Learning), yaitu: dalam melaksanakan tugas senantiasa terus-menerus melakukan pembelajaran dan terus-menerus mengadakan perbaikan diri dan organisasi (sustainable learning organization and continous improvement).

e Kesabaran (Empaty), yaitu: dalam melaksanakan tugas senantiasa tanggap, dan sabar terhadap keluhan pelanggan, berjiwa besar, rendah hati dan empati.

MOTTO : ”SEHAT MUFAKAT”

1. ”Senyum Hangat Tegur Sapa”,

2. Mutu (meningkatkan mutu pelayanan),

3. Finansial(meningkatkan pendapatan RSMY maupun daerah),

4. Kondisi Aparat (berusaha meningkatkan kondisi aparat) dengan 5P: Penampilan, Phisik, Psikis, Pendidikan, dan Pendapatan.

LOGICAL FRAMEWORK APPROACH


1. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna

2. Letak kesempurnaan manusia dibanding dengan makhluk-makluk ciptaan Tuhan yang lainnya adalah pada kelengkapan kemampuannya, yaitu kemampuan berfikir, berbuat dan merasa yang terpadu dalam ruang dan waktu.

3. Kemampuan berpikir manusia yang paling hakiki adalah kemampuan membedakan ruang dan waktu.

4. Kemampuan membedakan ruang dan waktu ini memberi kemungkinan bagi manusia untuk dapat menghubungkan fenomena di waktu lampau dengan hal yang sekarang dihadapinya dan menghubungkan fenomena di waktu sekarang dengan hal yang mungkin dihadapinya di waktu yang akan datang.

5. Perjalanan hidup manusia dalam ruang dan waktu (lampau, sekarang, akan datang) yang membentuk kontinum (bukan terputus-putus) memposisikan manusia menjadi yang selalu telah, sedang, dan akan belajar dengan tiada henti sepanjang hayat (lifelong learning)

6. Ketika kemapuan berpikir manusia dimanfaatkan untuk melakukan upaya memenuhi dinamika kebutuhan hidupnya maka manusia mengaktualisasikan kemampuan berbuatnya dalam bentuk keterampilan (skill)

7. Ketika manusia mengamati hasil kerja keterampilannya, manusia mengaktualisasikan kemampuan merasanya yang kemudian membentuk sistem nilai pada dirinya.

8. Dalam keseluruhan perjalanan hidup seorang manusia, ketiga kemampuan tersebut di atas, yaitu kemampuan berpikir, berbuat dan merasa/menilainya selalu dalam keadaan berubah.

9. Pada paruh awal periode kemampuan tersebut cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya pengalaman hidup yang ditempuh dan pada paruh akhir cenderung menurun seiring dengan melemahnya kinerja organ-organ tubuh sebagai akibat penuaan.

10. Hal khusus yang perlu diingat adalah bahwa karena manusia merupakan makhluk yang diciptakan Tuhan, dalam arti manusia tidak mungkin diciptakan oleh dirinya sendiri, maka manusia pastilah diperlengkapi dengan sistem kendali Ilahiyah, yaitu hati nurani.

11. Ketika di setiap pasangan ruang dan waktu, manusia memanfaatkan kemampuan berpikirnya masing-masing, baik sebagai hasil belajar dari pengalaman hidup masing-masing maupun memanfaatkan hasil belajar orang lain, khususnya hasil belajar para ahli, maka pada kondisi inilah dikatakan bahwa yang bersangkutan menggunakan ”Pendekatan kerangka berpikir logis (Logical Framework Approach)”

@ dikutip dari tulisan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, DR. Gunawan M.Pd

0 komentar:

Poskan Komentar